Publikasi

Komoditi
Tahun
-

Meskipun ketersediaan telur terus naik setiap tahunnya, namun harganya selalu berfluktuasi. Banyak faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga tersebut, seperti naiknya permintaan karena menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, perubahan tingkat nilai tukar rupiah, bahan baku pakan ayam petelur yang masih didominasi oleh impor, naiknya harga bahan bakar minyak dalam negeri, dan pasokan telur yang over produksi karena tidak terserap pasar. Harga telur pada tahun 2017 diproyeksikan akan mengalami perkembangan yang fluktuatif namun mengalami sedikit penurunan di akhir tahun.
Meskipun produksi melimpah, tapi harga minyak goreng domestik masih menghadapi gejolak harga setiap tahunnya. Harga minyak goreng tahun 2010 berada pada kisaran Rp 9.623/lt mengalami kenaikan 20% hingga 2016 menjadi Rp 11.577/lt. Faktor uttama yang berperngaruh terhadap pergerakan harga minyak goreng domestik ini adalah stok minyak kelapa sawi yang dihasilkan dan harga minyak kelapa sawit dunia yang cenderung naik turun akibat perdagangan internasional antar negara.
Meskipun produksi melimpah, tapi harga minyak goreng domestik masih menghadapi gejolak harga setiap tahunnya. Harga minyak goreng tahun 2010 berada pada kisaran Rp 9.623/lt mengalami kenaikan 20% hingga 2016 menjadi Rp 11.577/lt. Faktor uttama yang berperngaruh terhadap pergerakan harga minyak goreng domestik ini adalah stok minyak kelapa sawi yang dihasilkan dan harga minyak kelapa sawit dunia yang cenderung naik turun akibat perdagangan internasional antar negara.
Harga kedelai selalu mengalami fluktuasi yang cenderung naik, banyak hal yang berpengaruh dalam perkembangannya seperti ketersediaan kedelai dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar serta harga kedelai internasional dan tarif bea masuk impor kedelai.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kuasa atas lautan dan perikanan yang luas. Ketersediaan ikan nasional ditopang oleh 2 proses produksi perikanan, yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Secara proporsi hasil ikan Indonesia sebagian besar dihasilkan dari hasil ikan tangkap laut sebesar 42% dan hasil ikan tangkap umum sebesar 3%. Sedangkan ikan budidaya memberikan hasil cukup besar juga yaitu 32% dari hasil budidaya air laut, 11% dari hasil ikan budidaya air payau, dan terakhir 12% dari hasil ikan budidaya air tawar.
SUB SISTEM SP2KP
Sekretariat SP2KP. Kementerian Perdagangan RI
Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat 10100
Telepon021 3852810
Fax021 3858214
emailews@kemendag.go.id
Copyright © 2016 Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.