SEMARANG, JATENG - Harga beras di Semarang berangsur turun seiring dengan mulai masuknya musim panen di sejumlah daerah di Jawa Tengah. “Penurunan harga sekitar Rp500-Rp1.000/kilogram, ini sudah terjadi sejak empat hari yang lalu,” kata salah satu pedagang beras di Pasar Johar, Agus, di Semarang, Senin (9/3). Baca Juga Ganjar Tantang Muhammadiyah Bersihkan Prostitusi Sunan Kuning DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Salah satu penurunan harga yang cukup signifikan terjadi pada beras jenis C4 IR 64, jika sebelumnya harga beras tersebut mencapai Rp11.000/kg untuk saat ini sudah turun menjadi Rp10.000/kg.

Penurunan juga terjadi pada beras jenis Bromo. Jika sebelumnya harganya Rp12.000/kg, turun menjadi RP11.500/kg. Selanjutnya, untuk beras mentik wangi jika sebelumnya Rp12.500/kg saat ini menjadi Rp12.000/kg. Pedagang lain di Pasar Johar, Ratmi, mengatakan penurunan harga tidak terjadi secara langsung melainkan secara bertahap. Pada setiap penurunannya antara Rp200-Rp300/kg. “Penurunan yang paling terasa sekitar empat hari ini, setiap hari ada penurunan harga untuk semua jenis beras,” katanya. Kondisi yang sama terjadi di Pasar Bulu Semarang. Menurut salah satu pedagang beras, Sri Retnaningsih, seluruh jenis beras mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. “Kalau saya merasakan penurunannya sekitar tiga hari lalu. Untuk seluruh jenis beras penurunannya antara Rp500-Rp1.000/kg,” katanya.

Pedagang lain Nunik berharap agar harga beras yang sempat melambung tersebut bisa segera turun ke harga semula. Dengan demikian penjualannya bisa lebih stabil. “Banyak pembeli bertanya, harga BBM turun tetapi harga beras kok malah naik. Tetapi kenaikan ini kan sudah dari distributornya, jadi pedagang tinggal mengikuti,” katanya. Meski demikian, dirinya bersyukur harga beras sudah hampir berada pada harga semula. Diharapkan, harga bisa kembali wajar sehingga bisa meringankan beban masyarakat.
Sebarkan Berita Ini
Berita Terkini
Kalender Kejadian 2017

31
Des
Intensitas kegempaan di Gunung Merapi masih tinggi, meski tidak meningkat juga tidak menurun. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyampaikan belum ada tanda-tanda letusan Merapi bakal berakhir dalam waktu dekat. Letusan Merapi Tahun 2021 dimulai sejak 4 Januari 2021 dan berlangsung hingga saat ini berupa pertumbuhan kubah lava, pembentukan awan panas dan guguran lava.
31
Des
Nilai tukar rupiah di pasar spot mengakhiri perdagangan hari terakhir tahun 2021 dengan penguatan 7,5 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.262 per dolar AS.
30
Des
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mengaku tidak mampu menekan harga telur ayam yang terus melonjak. Di Kabupaten Cirebon, harga kebutuhan pokok tersebut menembus angka Rp30.000 per kilogram. Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan kenaikan harga tersebut terjadi akibat tingginya permintaan, terlebih saat ini merupakan libur Natal dan Tahun Baru 2022.
30
Des
Rupiah turun 14 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.270 per dolar AS.
30
Des
Gempa bumi dengan magnitude (M) 7,4 terjadi pada Kamis pagi (30/12/2021) pukul 01.25 WIB atau 03.25 waktu setempat. Kemudian, sebanyak 17 kecamatan yang berada di kawasan kepulauan yang teridentifikasi pada potensi bahaya tersebut.
Sekretariat SP2KP. Kementerian Perdagangan RI
Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat 10100
Telepon021 3841961/962
Fax021 3841963
emailews@kemendag.go.id
Copyright © 2017 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.