SEMARANG, JAWA TENGAH – Persediaan beras untuk wilayah eks Karesidenan Semarang dipastikan akan terpenuhi hingga bulan Oktober 2015 mendatang. Saat ini, stok yang ada di gudang Bulog Semarang berjumlah 25.000 ton, dari kebutuhan per bulan mencapai 5.000 hingga 6.000 ton. “Stok beras aman hingga 4-5 bulan ke depan. Cukup untuk Ramadhan, lebaran dan setelah lebaran,” ujar Kepala Sub Drive Bulog Semarang, Sugiyarni, Selasa (16/6/2015).


Sugiyarni menuturkan, beras yang ada di seluruh gudang di eks Karasidenan Semarang cukup untuk memenuhi pasaran. Apalagi, stok beras masih akan bertambah karena masih ada kegiatan penyerapan gabah dari petani dalam masa panen kedua. Sehingga, stok beras yang ada di gudang bisa jauh lebih banyak. Bulog Semarang mempunyai delapan gudang di enam kabupaten/kota. Enam wilayah di eks Karasidenan Semarang, yakni di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Semarang.


Dia mengakui, proses penyerapan gabah dari petani masih kurang maksimal, lantaran kendala harga gabah kering. Ada tiga skema penyerapan gabah yang tetap digunakan, yakni melalui Mitra Kerja, Satgas dan Unit Pengelolaan Gabah Beras (OPGB). UPGB, lanjut Sugiyarni, langsung bekerjasama dengan Kelompok tani. Melalui skema itu, Bulog mampu bergerak langsung menyerap gabah dari petani, tanpa melalui perantara. “Kami akan akan lakukan upaya apapun agar upaya penyerapan gabah dalam masa tanam kedua ini bisa maksimal,” ujarnya. Dengan melimpahnya stok beras tersebut, ia berharap kenaikan harga beras di bulan Ramadhan maupun lebaran bisa ditekan.


Ia mengakui jika saat seperti ini potensi kenaikan beras mulai terjadi. Namun, ia meyakini jika stok beras melimpah, permainan harga bisa dicegah. Selain beras, Bulog tengah menyiapkan penugasan dari pemerintah terutama soal ketersediaan gula, minyak goreng. Untuk Gula, minyak goreng, dan bahan penugasan lainnya, Bulog menyatakan sudah siap. Bahkan, untuk penugasan minyak goreng sudah disiapkan dalam unit bisnis Bulog Mart, “Minyak sudah kami dijualbelikan untuk umum, harganya agak di bawah standar,” tambahnya.


Sementara untuk distribusi beras untuk rumah tangga miskin (raskin), sebagian sudah berjalan di empat kabupaten/kota. Beras sudah didistribusikan ke masyarakat rumah tangga sasaran (RTS). RTS sendiri di wilayah Drive Semarang mencapai 5.589.675, di masing-masing RTS mendapat 15 kilogram beras.

Sebarkan Berita Ini
Artikel Terkini
Kalender Kejadian 2017

31
Des
Intensitas kegempaan di Gunung Merapi masih tinggi, meski tidak meningkat juga tidak menurun. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyampaikan belum ada tanda-tanda letusan Merapi bakal berakhir dalam waktu dekat. Letusan Merapi Tahun 2021 dimulai sejak 4 Januari 2021 dan berlangsung hingga saat ini berupa pertumbuhan kubah lava, pembentukan awan panas dan guguran lava.
31
Des
Nilai tukar rupiah di pasar spot mengakhiri perdagangan hari terakhir tahun 2021 dengan penguatan 7,5 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.262 per dolar AS.
30
Des
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mengaku tidak mampu menekan harga telur ayam yang terus melonjak. Di Kabupaten Cirebon, harga kebutuhan pokok tersebut menembus angka Rp30.000 per kilogram. Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan kenaikan harga tersebut terjadi akibat tingginya permintaan, terlebih saat ini merupakan libur Natal dan Tahun Baru 2022.
30
Des
Rupiah turun 14 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.270 per dolar AS.
30
Des
Gempa bumi dengan magnitude (M) 7,4 terjadi pada Kamis pagi (30/12/2021) pukul 01.25 WIB atau 03.25 waktu setempat. Kemudian, sebanyak 17 kecamatan yang berada di kawasan kepulauan yang teridentifikasi pada potensi bahaya tersebut.
Sekretariat SP2KP. Kementerian Perdagangan RI
Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat 10100
Telepon021 3841961/962
Fax021 3841963
emailews@kemendag.go.id
Copyright © 2017 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.