JAKARTA, DKI JAKARTA - Pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok (bapok) tersedia dan mencukupi dengan harga terjangkau untuk Ramadan dan Lebaran 2021.


Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menghitung, menganalisis, mengendalikan, dan mengeksekusi rencana guna memastikan suplai cukup. Sehingga, harga bisa diprediksi dan tetap stabil. 


“Dari hasil pantauan kami secara nasional, menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, ketersediaan serta harga bapok terpantau aman dan stabil. Kementerian Perdagangan telah melakukan koordinasi secara intensif dengan asosiasi produksi, penjual, distribusi, dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya guna memastikan ketersediaan bapok nasional,” jelas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. 


Lebih lanjut, menurut Lutfi, saat ini beberapa komoditas seperti beras dan gula menjadi perhatian pemerintah untuk diantisipasi stabilitas harga dan kecukupan pasokannya. 


“Menjelang Ramadan dan Lebaran, dapat dipastikan harga komoditas tersebut akan stabil. Hal itu disebabkan, pada bulan Maret ini kita akan memasuki masa panen beras. Sedangkan untuk gula, proses impor raw sugar akan masuk dan menambah stok dan gula yang telah digiling akan masuk ke pasar. Dengan begitu, harga gula akan kembali stabil menjadi Rp12.500/kg sesuai harga eceran tertinggi (HET),” terang Lutfi. 


Hal yang sama, lanjut Lutfi, juga terjadi pada komoditas cabe merah. “Setelah sempat mengalami kenaikan harga akibat cuaca yang merusak panen di sejumlah sentra seperti Tuban, Kediri, dan Blitar di Jawa Timur; serta Wajo, Sulawesi Utara, harga cabe merah di pasaran saat ini sudah mulai turun karena akan memasuki masa panen. Sehingga, menambah stok di pasar dan membuat harga kembali stabil,” ungkap Lutfi. 


Lutfi menegaskan, seluruh komoditas bapok untuk kebutuhan nasional, terutama memasuki Ramadan dan Lebaran bisa terjaga dengan baik. “Saya pastikan juga, bila nanti ada kenaikan harga, itu sifatnya sporadis. Kami pastikan stok selalu tersedia dan kita akan melihat penurunan harga yang baik hingga Lebaran nanti,” jelas Lutfi. 


Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar menjelaskan, dalam mendekati bulan puasa dan Lebaran 2021, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga bapok. Kemendag juga akan melakukan kegiatan pasar murah di daerah. 


“Pelaksanaan pasar murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Edi. 


Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan 11 bahan pangan pokok aman dan terkendali sampai bulan Mei. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, di Jakarta. 


Menurut Agung, pangan pokok seperti beras dalam kondisi cukup menghadapi momentum ramadhan dan idul fitri yang bertepatan pada bulan April - Mei 2021. 


“Bulan Maret sudah akan mulai panen raya dengan perkiraan produksi beras sekitar 5,7 juta ton, begitu juga di bulan April yang bertepatan dengan awal Ramadhan. Meski konsumsi beras akan meningkat di bulan April – Mei, kita masih akan surplus sekitar 13 juta ton, jadi kondisi ini sangat aman,” ujar Agung. 


Meskipun demikian, menurut Agung, terdapat 3 komoditas pangan yang masih dipenuhi dari impor seperti daging sapi, bawang putih, dan gula. Namun hal ini sudah direncanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi sehingga stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga. 


“Kebutuhan importasi ini telah melalui koordinasi di tingkat Kemenko. Tentu ini harus dikawal importasinya sehingga volume dan waktu pemasukannya sesuai dengan rencana importasi sehingga kebutuhan jelang ramadhan dan idul fitri tetap terjaga,” kata Agung. 


Agung pun menjelaskan, Kementan terus berkoordinasi dengan satgas pangan, kemendag dan stakeholder terkait untuk mengawal agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga. 


“Saya harap masyarakat tidak khawatir, meskipun biasanya terjadi kenaikan konsumsi di ramadhan dan idulfitri, namun kita sudah antisipasi dengan pihak terkait untuk ketersediaan dan stabilitas pasokannya,” ujar Agung. 


Sehingga, dalam hal ini pemerintah memastikan stabilitas ketersediaan pangan 11 bahan pokok. “Bersama satgas pangan, kita terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah pengamanan stabilitas pasokan pangan,” tegas Agung. 


Bahkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pun menegaskan bahwa salah satu program strategis yang termasuk dalam APBN 2021 akan difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui dukungan pemulihan ekonomi dan revitalisasi sistem pangan nasional serta pengembangan food estate. 


Program food estate merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa serta bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021.

Sebarkan Berita Ini
Berita Terkini
Kalender Kejadian 2016

25
Des
Hari Raya Natal
13
Okt
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat pertambahan 1.830 kasus baru positif Covid-19 pada Kamis (13/10/2022). Dengan demikian, total kasus positif hingga hari ini telah mencapai angka 6.452.078 kasus.
13
Okt
Bulog Kaltimtara telah menyalurkan beras hingga 3.600 ton untuk memastikan stok beras cukup dan aman hingga akhir tahun 2022.
13
Okt
Rupiah melemah 0,03 persen atau 5 poin ke Rp15.361,50 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.
13
Okt
Berdasarkan laporan dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga daging ayam kembali naik pada hari ini sebesar Rp100 dari hari kemarin menjadi Rp34.400 per kilogram (kg).
SUB SISTEM SP2KP
Sekretariat SP2KP. Kementerian Perdagangan RI
Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat 10100
Telepon021 3852810
Fax021 3858214
emailews@kemendag.go.id
Copyright © 2016 Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.