Mendag Perluas Operasi Pasar Minyak Goreng Hingga ke Pasar Tradisional

Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mendorong perluasan operasi pasar minyak goreng. Operasi pasar minyak goreng akan juga dilakukan di pasar tradisional setelah sebelumnya hanya di ritel modern.  Hal itu menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk memastikan adanya stok minyak goreng dengan harga terjangkau. "Kami memastikan stok minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau sehingga masyarakat dapat memperoleh minyak goreng di semua pasar baik ritel modern maupun di pasar tradisional," ujar Mendag Lutfi dalam keterangan pers, Selasa (4/1). Sebelumnya Kementerian Perdagangan telah melakukan operasi pasar minyak goreng kemasan sederhana di toko ritel modern. Sebanyak 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana digelontorkan dengan harga Rp14.000 per liter. Pada perluasan di pasar tradisional kali ini, Kemendag melakukan koordinasi dengan produsen dan pemerintah daerah. Mendag Lutfi meminta pemerintah daerah untuk memastikan adanya stok minyak goreng murah di pasar tradisional. "Kami juga meminta Pemerintah Daerah, khususnya dinas yang membidangi perdagangan untuk melakukan operasi pasar minyak goreng di wilayah masing-masing, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas," ungkapnya. Selain operasi pasar, Kemendag juga telah mengusulkan subsidi minyak goreng. Subsidi tersebut dilakukan dengan menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS). "Pemerintah, di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian akan menggunakan dana pengelolaan BPDP KS untuk kebutuhan pangan, khususnya dalam rangka menstabilkan harga minyak goreng," terang Mendag Lutfi. Wartawan: Abdul Bsith Bardan