Kemendag Jamin Ketersediaan Kebutuhan Beras Nasional Tanpa Impor

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakantidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum selama tahun 2021,serta menjamin ketersediaan kebutuhan beras nasional melalui serapan Bulog untuk gabah danberas petani.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rilis di Jakarta, Rabu, menyatakanbahwa izin impor beras umum terakhir kali diterbitkan adalah pada tahun 2018,untuk keperluan cadangan beras pemerintah.

"Izin yang kita terbitkan selama tahun 2019, 2020 dan2021 relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapatdiproduksi di dalam negeri antara lain beras khusus untuk keperluan hotel,restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia,seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan penderitadiabetes seperti beras kukus, dan beras pecah 100 persen untuk keperluan bahanbaku industri," kata Lutfi.

Menurut Mendag, Pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasionaluntuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama disaat pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan, dengan selalu memberikanperlindungan bagi petani dan penyerapan hasil produksi dalam negeri.

Selain itu, ujar dia, Kemendag akan selalu berupaya untuk menjaga stabilitasharga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH),terutama saat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan TahunBaru. "Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruhpemangku kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjaminketersediaan dan stabilisasi harga," ucap Mendag.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi)mengatakan Indonesia belum melakukan impor beras sama sekali pada 2021, dansaat ini stok beras juga berada pada posisi yang baik untuk memenuhi kebutuhannasional.

“Kita tahu tahun ini, 2021, sampai hari ini kita belummelakukan impor beras sama sekali dan kenyataannya, stok (beras) kita masihpada posisi yang sangat baik,” kata Presiden Jokowi usai mengolah tanah danmenanam padi bersama para petani di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur,sebagaimana disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (30/11).

Presiden Jokowi mengatakan produktivitas dari para petani sudah meningkat padatahun ini karena selesainya pembangunan beberapa bendungan pada tahun-tahunsebelumnya. Fungsi pengairan yang berjalan bagi lahan pertanian telah mendorongproduktivitas petani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Ini adalah sebuah tambahan produktivitas dari petani yang dihasilkan, karenamemang banyak sekali bendungan-bendungan yang selesai dibangun pada tahun-tahunsebelumnya. Ini mulai kelihatan hasil dari produktivitas kenaikan di petanisehingga memunculkan total produksi di seluruh Tanah Air ini menjadi merangkaknaik,” kata Presiden.