Ketersediaan, Harga dan Distribusi Bahan Pangan Aman di DIY

YOGYAKARTA, DI YOGYAKARTA – Ketersedian stok komoditi bahan pangan di DIY dipastikan aman, harganya relatif stabil dan terjangkau bagi konsumen serta distribusinya lancar menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2021. Disamping itu, terdapat empat komoditi bahan pangan yang perlu diwaspadai kenaikan harganya yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah dan cabai rawit. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta menyampaikan semua perwakilan instansi dan instansi kabupaten/kota se-DIY terkait melaporkan pasokan, keterjangkauan harga dan distribusi komoditi bahan pangan cukup serta lancar. Sebelumnya, kenaikan harga komoditas bahan pangan yang cukup mencolok dialami komoditi cabai, khususnya cabai rawit merah yang mencapai Rp 120 ribu turun di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 40 ribu saat ini. “Jadi ini merupakan perkembangan harga komoditi bahan pangan yang bagus termasuk adanya kebijakan larangan mudik yang mengurangi beban konsumsi atau permintaan konsumsi. Bahkan, Sleman mencadangkan kebutuhan pasokan bahan pangan untuk bencana erupsi Merapi,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Dalam Rangka HBKN jelang Ramadan dan Lebaran 2021 di KJ Hotel Yogyakarta, Selasa (06/04/2021). Aris menegaskan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY pun telah melakukan pemantauan atau monitoring perkembangan harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan di sejumlah pasar baik pasar rakyat maupun swalayan yang tersebar di kabupaten/kota di DIY. Selain itu, permintaan masyarakat cenderung menurun dan tidak muncul gejolak masyarakat terkait fluktuasi harga komoditi bahan pangan di DIY sejauh ini. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan kebutuhan bahan pangan mencukupi bagi kebutuhan masyarakat DIY menghadapi puasa hingga lebaran nantinya. Beberapa komoditi bahan pangan meskipun mengalami kenaikan tetapi masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” katanya. Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengatakan fluktuasi harga komoditi bahan pangan saat ini dipicu karena kenaikan permintaan sesaat. Permintaan konsumen bertambah seiring pencairan dana Program keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sehingga ada kewajiban membeli beras, daging ayam dan telur ayam meningkat. “Kami akan menggelar kegiatan operasi pasar bagi masyarakat umum serta kurang mampu di Gunungkidul dan Bantul serta kami melakukan penjualan komoditi bahan pangan lain selain beras yaitu tepung terigu, minyak goreng dan telur ayam dengan harga dibawah pasaran. Kami harapkan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang karena ketersediaan bahan pokok pangan cukup aman di DIY jelang puasa hingga lebaran,” tandasnya. Yanto menekankan komoditi bahan pangan yang perlu diwaspadai kenaikan harganya yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah dan cabai rawit. Pihaknya sekaligus menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi borong karena ketersediaanya sudah dipastikan mencukupi.