Pemerintah Jamin Ketersediaan Daging Sapi di Masyarakat

Jakarta - Pemerintah menjamin ketersediaan daging sapi terpenuhi untuk kebutuhan nasional. Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengambil beberapa langkah demi menjaga ketersediaan komoditas tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dalam pernyataan pers, Jumat, 22 Januari 2021. “Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan telah mengambil beberapa langkah berkoordinasi pertama mencari tahu apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan ini,” kata Suhanto, Jumat (22/1).

Sebelumnya, Dewan Pembina Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta melakukan mogok penjualan daging sapi di pasar rakyat se-Jadetabek, karena ada kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

Suhanto menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH mengalami penyesuaian sekitar 11,6-12,6 persen pada Januari 2021.

“Untuk itu kami melakukan pertemuan dengan pemasok yaitu para importir dalam hal ini. Dan kami mendapat informasi juga, menurut informasi importir dari negara asal di Australia mereka membeli juga mengalami kenaikan,” ujar Suhanto.

Kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran USD 2,8 per kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi USD 3,78 per kg berat hidup.

Namun demikian, lanjut Suhanto, karena daging sapi ini merupakan sumber protein bagi masyarakat di masa Pandemi Covid-19 ini, pihaknya terus mengambil langkah jangka pendek dan jangka panjang. 

Suhanto mengungkapkan, pada jangka pendek, pihaknya mendapatkan informasi bahwa terdapat ketersediaan sekitar 17.000 ton daging sapi di DKI Jakarta. 

“Sehingga kami melihat langsung ke lapangan kemarin ke gudang bersama asosiasi pedagang. Dan mereka sudah sepakat pada hari ini sudah berjualan lagi, tentunya dengan harga yang wajar tanpa memberatkan masyarakat,” ungkap Suhanto.

Di samping itu, Kemendag juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementan telah berupaya keras untuk peningkatan produktivitas petani dalam rangka populasi sapi.

“Dalam jangka panjang juga kami mencoba mencari terobosan strategi baru dengan mencari sumber-sumber dari negara lain, contohnya yang sekarang kita lakukan adalah mencoba importasi sapi dari Meksiko,” tandas Suhanto.