Yang Ditunggu-tunggu, Harga Sembako Akhirnya Turun

Jakarta - Mayoritas harga bahan pangan mulai menurun memasuki pekan pertama Agustus. Penurunan tajam terjadi pada harga bawang merah dan cabai merah.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga cabai rawit merah dijual Rp 71.050 per kg pada Minggu (8/8/2022), turun 2,7% dalam sepekan terakhir.
Meski melandai, harga cabai masih menembus Rp 100.000/kg lebih di tiga provinsi yakni Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Harga cabai rawit merah di tingkat nasional menembus Rp 100.000/kg lebih pada pertengahan Juli 2022 karena gangguan cuaca. Pada pertengahan Juli, harga cabai rawit merah di Kalimantan Utara menembus Rp 148.000 per kg.

Harga cabai merah keriting juga sudah melandai 5,5% menjadi Rp 68.750/kg pada Minggu kemarin (8/8/2022). Harga tersebut adalah yang terendah dalam hampir dua bulan terakhir.

satupun provinsi yang melaporkan harga cabai di atas Rp 100.000/kg.

Sementara itu, harga cabai merah besar turun 8,3% dalam sepekan menjadi Rp 67.750/kg. Harga cabai rawit merah di Kalimantan Tengah masih menembus Rp 100.000/kg. Harga di sejumlah provinsi juga masih di atas Rp 85.000 per kg seperti di DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Utara.

Kelompok cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar pada Juli lalu. Cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,15% dan cabai rawit sebesar 0,%.
Kendati sudah melandai, harga cabai baik cabai merah maupun cabai rawit masih di atas hargaharga normalnya di kisaran Rp 40-50 kg.

Di sisi lain, petani berharap harga cabai bisa terjaga di rentang RP40.000-60.000 per kg, posisi yang memadai dengan kondisi biaya produksi pertanian saat ini, termasuk pupuk.

Di luar kelompok cabai, bahan pangan lain seperti minyak goreng, bawang merah, daging ayam, hingga telur ayam ras juga sudah turun.

Harga minyak goreng curah melandai 1,3% dalam sepekan menjadi Rp 15.250/kg per kg. Harga minyak goreng curah terus turun dari kisaran Rp 16.000/kg pada Juli menjadi Rp 15.250 per kg kemarin. Harga rata-rata nasional tersebut di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 15.500 per kg atau Rp14.000 per liter. 

Harga bawang merah anjlok 13,4% sepekan menjadi Rp 47.450/kg pada Minggu (8/8/2022). Harga bawang merah sempat berkutat di kisaran Rp 55.000-60.000/kg sepanjang Juli.

Harga telur ayam juga terus turun perlahan menjadi Rp 29.100 per kg. Harga telur ayam turun 1% sepekan dari Rp 29.400 per kg pada akhir Juli lalu.

Harga daging ayam ras juga turun pada awal pekan Agustus. Kemarin, harga daging ayam ras sudah dibanderol Rp 34.800 per kg, turun 3,2% sepekan.

Data PIHPSN ini sejalan dengan survei Bank Indonesia. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Agustus 2022, BI memperkirakan terjadi deflasi sebesar 0,08% (month to month/mtm)

Komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu bawang merah sebesar 0,13% (mtm), cabai merah sebesar 0,07% (mtm), cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,05% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), serta bayam dan jeruk masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sebagai catatan, Indonesia terus mencatatkan inflasi tinggi pada kelompok volatile, termasuk bahan pangan, sepanjang tahun ini.

Inflasi kelompok volatile atau harga bergejolak pada Juli 2022 tercatat 1,41% (mtm), melandai dibandingkan pada Juni yang tercatat 2,51%. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Juli tercatat 11,47% atau tertinggi sejak Januari 2014 (11,91%).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata inflasi kelompok volatile (mtm) dalam lima tahun terakhir ada di kisaran 0,41%. Sementara itu, rata-rata inflasi kelompok volatile pada tahun ini mencapai 1,28% atau tiga kali lipat lebih tinggi.

Data BPS juga menunjukkan inflasi tinggi pada kelompok volatile biasanya hanya berlangsung 2-3 bulan kemudian turun tajam.

Kondisi sebaliknya terjadi pada tahun ini di mana inflasi kelompok volatile tetap menjulang sejak Maret hingga Juli 2022 yakni masing-masing sebesar 1,99%, 2,30%, 0,94%, 2,51%, dan 1,41%.

Pergerakan inflasi kelompok harga bergejolak jauh di atas inflasi umum pada Juli 2021 yang tercatat 0,64% (mtm) dan 4,94% (yoy).

Sepanjang tahun ini, inflasi kelompok harga bergejolak selalu berada di atas 0,9%. Pengecualian terjadi pada Februari di mana terjadi deflasi 1,50%.
Lonjakakan inflasi volatile tahun ini didominasi kelompok bahan pangan mulai dari minyak goreng, cabai, hingga sayur-mayur.


Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20220808115342-4-361893/yang-ditunggu-tunggu-harga-sembako-akhirnya-turun