Publikasi

Komoditi
Tahun
-

-Sistem rantai pasok semen yang ada telah berjalan walaupun efektifitas penyaluran masih memerlukan perbaikan. -Tingkat konsumsi semen rata-ratakonsumen rumah tangga dan non rumah tangga di Indonesia adalah sebesar 170,24 Kg/Tahun, dan konsumsi semen rata-rata per kapita adalah sebesar 170,05 Kg/Jiwa-Tahun. -Pola keterjangkauan dan ketersediaan untuk mendapatkan komoditas semen, konsumen memiliki 2 alternatif tempat pembelian yang berjarak 1.300 meter. Sementara itu dari tingkat ketersediaan, konsumen semen merasakan tingkat ketersediaan semen sebesar 91,9% dan mudah untuk didapatkan.
-Daging ayam adalah salah satu komoditas strategis dimana angka produksi dan konsumsi tahunan daging ayam nasional sekitar 1,4 dan 1,1 juta ton. Selain itu, terdapat 2,5 juta angkatan kerja yang terlibat pada industri daging ayam dan turunannya. -Konsumsi per kapita daging ayam Indonesia pada tahun 2008 sebesar 3,54 kg/jiwa/tahun menempati peringkat ketiga terendah di ASEAN sebelum Laos dan Kamboja, posisi atas ditempati Brunei Darussalam sebesar 41,95 kg/jiwa/tahun. -Rata-rata harga daging ayam di Indonesia (diukur dengan harga daging ayam di 33 ibukota provinsi)pada tahun 2010 sebesar Rp.23.621/kg.
-Konsumsi per kapita telur ayam Indonesia pada tahun 2010 sebesar 4.89 kg/jiwa/tahun dimana konsumsi perkapita untuk telur ayam buras adalah 0.61 kg/jiwa/tahun dan konsumsi perkapita untuk telur ayam ras adalah 4.28 kg/jiwa/tahun. -Rata-rata harga telur ayam di Indonesia (diukur dengan harga telur ayam di 33 ibukota provinsi) pada tahun 2010 sebesar Rp. 15.570/kg. -Tiga propinsi dengan jumlah pasokan terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. -Sistem rantai pasok telur ayam yang ada telah berjalan walaupun efektifitas penyaluran masih memerlukan perbaikan.
-Komoditas telur ayam dapat digolongkan ke dalam barang umum yang bersifat strategis karena menguasi hajat hidup rakyat, perubahan harga dan pasokannya sensitif dan termasuk usaha padat karya dengan banyaknya tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. -Telur ayam yang dipasarkan dalam periode-periode ke depan harus memenuni standar kualitas SNI. -Permasalahan mata rantai pasokan telur ayam yang terjadi di Indonesia berpangkal pada lemahnya posisi tawar peternak ayam petelur karena terjadinya pasar monopolistik terselubung pada bagian hulu rantai pasok. -Jaringan rantai pasok telur ayam yang dirancang terdiri atas sub sistem jaringan rantai pasok penyangga (BLUPP) dan sub sistem jaringan rantai pasok umum. Selain itu, terdapat jaringan sistem rantai pasok pada daerah khusus untuk mengakomodasi daerah yang tidak menghasilkan telur ayam.
- Komoditas daging ayam dapat digolongkan ke dalam barang umum yang bersifat strategis karena menguasi hajat hidup rakyat, perubahan harga dan pasokannya sensitif dan termasuk usaha padat karya dengan banyaknya tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Permasalahan mata rantai pasokan daging ayam yang terjadi di Indonesia berpangkal pada lemahnya posisi tawar peternak ayam potong karena terjadinya pasar monopolistic terselubung pada bagian hulu rantai pasok -Jaringan rantai pasok daging ayam yang dirancang terdiri atas sub sistem jaringan rantai pasok penyangga (BLUPP) dan sub sistem jaringan rantai pasok umum. Selain itu, terdapat jaringan sistem rantai pasok pada daerah khusus untuk mengakomodasi daerah yang tidak menghasilkan daging ayam.
SUB SISTEM SP2KP
Sekretariat SP2KP. Kementerian Perdagangan RI
Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat 10100
Telepon021 3841961/962
Fax021 3841963
emailews@kemendag.go.id
Copyright © 2016 Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.