Harga Bawang Merah Naik 100 Persen

Anonim  |  http://www.metrosiantar.com/  |  Jumat, 02 Agustus 2013

SIANTAR, SUMUT – Sejak sepekan terakhir, harga kebutuhan pokok di Pasar Horas Siantar terus merangkak naik, terutama jenis bawang merah yang naik hingga 100 persen. Lonjakan harga ini terjadi karena minimnya pasokan bawang merah ke Siantar. Salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Horas, Linda boru Siregar (40) mengatakan, harga bawang merah saat ini di kisaran Rp59.000 per kg. Padahal sebelumnya, harga bawang merah hanya Rp29.500 per kg. Kondisi ini terjadi karena permintaan akan bawang tinggi dan berbanding terbalik dengan pasokan. “Sudah naik tiga hari ini harga bawang di Pasar Horas. Dari agen harga naik, kami pun dapat untung tak begitu banyak,” kata Linda, ditemui METRO, Kamis (1/8) di lapaknya berjualan. 


Dia menyebutkan, kondisi ini juga menyebabkan mereka harus membatasi jumlah bawang yang akan mereka jual. Pasalnya, untuk melayani dengan rata para pelanggan, sang agen asal Tanah Karo yang biasa memasok bawang ke Pasar Horas, membatasi jumlah bawang yang mereka beli. Satu orang pedagang hanya diizinkan membeli maksimal 100 kg, sementara sebelumnya mereka bisa membeli dua kali lipat dari jumlah itu. “Makanya rata-rata pedagang bawang ini hanya jual tak lebih dari 100 kg saja. Padahal satu hari pun terkadang sudah habis. Makanya kami pun tak tau kenapa seperti ini kondisinya,” katanya lagi. Linda menambahkan, langkanya pasokan bawang ini diduga ada indikasi permainan antara agen besar di pasaran untuk mengendalikan harga. Ia juga meminta agar Disperindag Provinsi Sumut melakukan cek harga bawang langsung ke petani bawang. Sehingga harga pasti dari petani dapat diketahui. “Kami pun sebenarnya tak begitu suka harga bawang merah ini melambung tinggi. Karena untungnya mahal ataupun tidak sama saja. Kalau memang pemerintah ingin mengatasi hal ini, coba cek harga petani pada agen. Kemudian tetapkanlah HET (harga eceran tertinggi) yang benar dan awasi pasokannya. Jadi kami pun tidak akan naikkan harga karena dari agen masih normal,” ujarnya. 


Selain itu, pedagang lain Chandra (36) mengatakan, harga kebutuhan lain yang turut naik adalah harga tepung terigu dari Rp6.500 naik menjadi Rp8.000 per kg. Naiknya harga tepung ini juga disebabkan tingginya kebutuhan untuk tepung. Namun, pasokan untuk bahan pembuat kue ini masih normal. Kenaikan yang dilakukan pedagang dari naiknya ongkos kirim dari luar kota. “Rata-rata tepung di sini dipasok dari Medan. Jadi karena ongkos naik, harga tepung pun turut naik. Dan memang sejak Ramadan, kebutuhan tepung terigu sangat tinggi. Soalnya banyak warga yang suka mengkonsumsi kue, terlebih untuk kebutuhan menjelang Lebaran,” kata Chandra alias Hanmin pedagang tepung di Pasar Horas ditemui METRO, Kamis (1/8). 


Semementara, pedagang juga memperkirakan lonjakan harga bahan pokok ini akan terus terjadi hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. Amatan METRO di pasar Horas, tampak aktifitas belanja masyarakat cukup tinggi meskipun harga naik, jumlah pengunjung pasar tradisional ini tetap tinggi. Sebagian dari pengunjung mengaku selama bulan Ramadan, mereka belanja kebutuhan pokok lebih banyak karena harus memasak dua kali. Sementara pengunjung lain mengaku, mereka belanja banyak untuk jualan makanan berbuka puasa. Pengunjung juga mengeluhkan lonjakan harga.


Sumber : http://www.metrosiantar.com/2013/harga-bawang-merah-naik-100-persen/