Harga Daging Bertahan Tinggi

Anonim  |  megapolitan.kompas.com  |  Rabu, 20 Maret 2013

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG - Perusahaan penggemukan sapi di Lampung terpaksa mengurangi produksi sapi potong dan jumlah karyawannya menyusul pembatasan impor sapi bakalan oleh pemerintah. Akibatnya, harga daging sapi di Lampung masih bertahan tinggi, yaitu Rp 85.000–Rp 90.000 per kilogram.


Wakil Manajer Umum PT Juang Jaya Abdi Alam, William Bulo, di Lampung, Selasa (19/3), mengatakan, kapasitas produksi sapi potong di perusahaannya berkurang drastis hingga 30 persen semenjak dikuranginya kuota impor sapi bakalan asal Australia. ”Saat ini, sapi siap potong yang bisa dijual dari kami hanya 1.000 ekor tiap bulannya. Banyak kandang kami yang kosong. Dari kapasitas 29.000 ekor sapi, stok yang kami punya kini hanya 8.000 ekor. Itu pun 3.000 diantaranya sapi betina produktif dan bunting yang tidak bisa dipotong,” tutur William.


Hal senada juga terjadi pada PT Great Giant Livestock, perusahaan penggemukan sapi lainnya di Lampung. Direktur Operasional PT Great Giant Livestock Didiek Purwanto sebelumnya mengatakan, populasi sapi siap potong di perusahaannya hanya tersisa 25 persen dari kapasitas kandang mencapai 31.000 ekor sapi.


Ketua Perkumpulan Pedagang Daging Bandar Lampung Tampan Sujawardi mengatakan, akibat tingginya harga daging menyusul terbatasnya pasokan sapi di Lampung, sejumlah pedagang daging kini gulung tikar dan menganggur. Mereka tidak lagi sanggup menanggung penurunan omzet.


Pemotongan sapi betina produktif di Jawa Timur (Jatim) terus berlanjut sehingga pasokan ke pasar menurun. Akibatnya, harga sapi timbang hidup naik dari Rp 34.000–Rp 35.000 per kilogram kini Rp 36.000–Rp 37.000 per kilogram.


Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jatim Muthowif, di Surabaya, mengatakan, berkaitan dengan persoalan itu, dua pekan lalu Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jatim sudah mengajukan surat untuk dengar pendapat dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim. Hingga saat ini, Komisi B DPRD Jatim belum merespons.


”Pedagang di Jatim saja masih sulit dapat sapi di pasar hewan, malah pemerintah pusat mengharuskan memasok ke Jakarta sebanyak 8.000 ton atau setara 119.000 ekor sapi, ini akan memicu kelangkaan sapi di daerah ini,” kata Muthowif.