Disperindag awasi spekulan penimbun sembako

B Kunto Wibisono  |  antaranews.com  |  Jumat, 09 Maret 2012

Karimun, Kepri (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun, meningkatkan pengawasan terhadap spekulan yang memanfaatkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak untuk menimbun serta menaikkan harga sembako secara sepihak.


"Kami akan menjalin koordinasi lintas-instansi, baik vertikal maupun di pemerintah daerah untuk mengawasi para spekulan yang memanfaatkan isu kenaikan harga BBM untuk menimbun atau menaikkan harga sembako," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karimun Sudarmadi di Tanjung Balai Karimun, Kamis.


Sudarmadi mengatakan selama ini pengawasan terhadap harga dan persediaan sembako tetap berjalan. Pihaknya secara berkala turun ke lapangan mengecek harga pasar serta memprediksi persediaan sembako untuk kebutuhan satu bulan.


"Dari pengawasan secara berkala itu, kami bisa mengetahui dan memonitor persediaan jelang realisasi penaikan BBM dan harga pasar. Kami akan cermati jika harga sembako berfluktuasi mendadak," ucapnya. 


Dia meyakini pengawasan terhadap spekulan tidak hanya dilakukan oleh Disperindag, tetapi juga dilakukan oleh aparat penegak hukum sebagai langkah antisipasi kebijakan pemerintah agar berjalan sebagaimana mestinya.


"Penaikan harga BBM adalah kebijakan secara nasional. Dan, kami meyakini aparat kepolisian akan turut serta memantau perkembangan harga agar tidak memanfaatkan spekulan untuk keuntungan pribadi," ucapnya.


Saat ini, kata dia, harga dan persediaan sembako seperti sayur-mayur, beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lain masih cukup dan normal.


"Masih stabil bahkan cabai merah yang dulunya fluktuatif sekarang sudah stabil. Begitu juga dengan yang lain. Kami juga akan meningkatkan intensitas pengawasan ke pasar," lanjutnya.


Menurut Sudarmadi, sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Karimun memang rentan terhadap kelangkaan sembako yang sebenarnya tidak hanya dipicu oleh isu penaikan harga BBM, tetapi dipicu oleh jalur transportasi yang panjang dari Pulau Jawa. 


Jalur transportasi melalui kapal laut kerap menjadi kendala terutama ketika cuaca di laut buruk. Kondisi tersebut mengakibatkan pedagang lebih memilih sembako impor sebagai alternatif karena harganya lebih murah dan jalur distribusi lebih pendek.


"Masalah sarana transportasi memang menjadi kendala, karena itu kami akan mengupayakan untuk bekerja sama dengan pengusaha agar menambah sarana transportasi sehingga persediaan tetap ada dan dapat menekan harga jual," ucapnya. (RDT/E010)